New Media • Art • Movement
InstagramYouTubeSpotify
Mature
Fotografi

APFI 2026 dan Kerja yang Jarang Dipajang

22.07.26Redaksi

127 pewarta foto mengirimkan karya. Yang dipamerkan 40 — dan pamerannya sekaligus argumen bahwa foto jurnalistik adalah dokumen sejarah.

Pameran Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026 menampilkan 23 karya foto tunggal dan 17 karya foto cerita, disaring dari kiriman 127 pewarta foto dan 27 peserta umum dari seluruh Indonesia. Temanya beragam: sosial, budaya, lingkungan, sampai peristiwa aktual.

Pembagian antara foto tunggal dan foto cerita bukan sekadar kategori lomba. Keduanya menuntut cara kerja yang berbeda. Foto tunggal harus menyelesaikan urusannya dalam satu bingkai — satu momen yang menanggung seluruh beban penceritaan. Foto cerita bekerja seperti paragraf: butuh urutan, butuh napas, dan sering kali butuh berminggu-minggu kehadiran di lapangan.

Penyelenggara menyatakan pameran ini diharapkan memperluas pemahaman masyarakat terhadap peran foto jurnalistik sebagai medium penyampaian informasi sekaligus dokumentasi sejarah. Kalimat itu terdengar formal, tetapi persoalan di baliknya nyata: foto berita dikonsumsi dalam hitungan detik di linimasa, lalu hilang. Memajangnya di dinding memaksa orang berhenti lebih lama dari yang biasanya mereka berikan.

Ada alasan kedua mengapa pameran seperti ini penting. Pewarta foto bekerja untuk redaksi, dan karyanya biasanya muncul dengan kredit kecil di sudut gambar, tanpa nama yang diingat pembaca. Pameran adalah salah satu dari sedikit kesempatan ketika yang dipajang bukan cuma fotonya, tetapi juga orang yang memotretnya.

Bagikan

Baca Juga