New Media • Art • Movement
InstagramYouTubeSpotify
Mature
Seni Rupa

ARTJOG 2026 Membuka Trilogi yang Baru Selesai Tiga Tahun Lagi

04.08.26Redaksi

“Ars Longa: Generatio” menghimpun 96 seniman lintas generasi — dan sengaja dirancang sebagai bab pertama, bukan pameran yang berdiri sendiri.

ARTJOG 2026 berlangsung di Jogja National Museum sejak 19 Juni dan akan ditutup pada 30 Agustus 2026. Judulnya “Ars Longa: Generatio”, dan yang membedakannya dari edisi-edisi sebelumnya adalah bahwa ia tidak dimaksudkan untuk berdiri sendiri. Ini bagian pertama dari trilogi yang direncanakan berjalan sampai 2028.

Tiga sub-temanya sudah diumumkan sejak awal: Generatio, Legatum, Mundus — generasi, warisan, dunia. Farah Wardani, kurator sekaligus sejarawan seni yang perhatiannya lama tertuju pada hubungan antara praktik seni, wacana antargenerasi, dan pengarsipan, ditunjuk sebagai kurator tamu untuk seluruh periode 2026–2028. Menunjuk satu kurator untuk tiga tahun adalah keputusan yang jarang diambil festival seni di Indonesia, dan itu mengubah cara pameran ini sebaiknya dibaca: bukan sebagai peristiwa tahunan, melainkan sebagai argumen yang dicicil.

Edisi tahun ini melibatkan 96 seniman lintas generasi, disusun lewat dua pendekatan. Dialogus mempertemukan seniman dari generasi berbeda dalam karya kolaboratif. Practica menampilkan karya individual yang mewakili praktik seni rupa kontemporer hari ini. Pembagian itu membuat temanya bekerja dua arah: generasi sebagai subjek yang dibicarakan, sekaligus sebagai metode penyusunan pameran.

Roby Dwi Antono ditunjuk sebagai commissioned artist tahun ini — seniman yang diminta menafsirkan tema lewat karya khusus. Ia menggarap fasad Jogja National Museum, patung, dan ruang imersif; bagian yang paling mungkin dikenali pengunjung bahkan sebelum masuk ke dalam gedung.

Di luar ruang pamer, ARTJOG menjalankan program pendamping yang sudah jadi ciri khasnya: ARTJOG Kids, performance/ARTJOG, tur pameran, Meet the Artist, dan Jogja Art Weeks. Bagian ini yang biasanya luput dari liputan, padahal untuk sebagian besar pengunjung justru di sanalah pameran berhenti menjadi tontonan dan mulai menjadi percakapan.

Bagikan

Baca Juga