New Media • Art • Movement
InstagramYouTubeSpotify
Mature
Seni Rupa

28 Karya Keluar dari Gudang Galeri Nasional

02.08.26Redaksi

Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Foto: Pras / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

“Dari Sudjojono ke Murniasih” membawa koleksi negara ke Yogyakarta — dan memakai kesempatan itu untuk menggugat cara sejarah seni rupa Indonesia biasa diceritakan.

Sepanjang 27 Juni hingga 30 Agustus 2026, Museum Benteng Vredeburg di Yogyakarta memajang 28 karya koleksi Galeri Nasional Indonesia: 23 lukisan, empat patung, dan satu karya grafis, dari 28 seniman lintas generasi. Pameran itu diberi judul “Dari Sudjojono ke Murniasih: Sepilihan Koleksi Galeri Nasional Indonesia”.

Dua nama di judul itu bukan pilihan yang netral. S. Sudjojono adalah figur yang nyaris selalu ditempatkan di titik awal narasi seni rupa modern Indonesia. I Gusti Ayu Kadek Murniasih bekerja jauh dari pusat itu — perempuan, dari Bali, dengan bahasa rupa yang lama dianggap sulit dimasukkan ke dalam silsilah resmi. Merentangkan judul dari yang satu ke yang lain adalah cara ringkas untuk mengatakan bahwa garis waktunya tidak selurus yang biasa diajarkan.

Penyusunannya dikerjakan empat kurator: Aminudin TH Siregar, Agung Hujatnikajennong, Citra Smara Dewi, dan Dio Pamola Chandra. Menurut penyelenggara, pameran ini mengajak publik meninjau ulang narasi sejarah seni rupa Indonesia yang selama ini dikritik terlalu berpusat pada perspektif Barat — sebuah kritik yang sudah lama beredar di ruang akademik, tetapi jarang dijadikan premis pameran koleksi negara.

Ada alasan yang lebih sederhana mengapa pameran ini penting: aksesnya. Koleksi Galeri Nasional berada di Jakarta, dan sebagian besarnya jarang dipajang. Membawa 28 karya ke Yogyakarta berarti pelajar, mahasiswa, dan pengunjung yang tidak punya alasan untuk terbang ke ibu kota bisa melihat karya aslinya — bukan reproduksi di buku teks.

Pameran ini digelar sebagai bagian dari Lebaran Seni di Yogyakarta, periode ketika beberapa pameran besar sengaja dijadwalkan berdekatan. Penutupannya jatuh pada tanggal yang sama dengan ARTJOG, 30 Agustus.

Museum Benteng Vredeburg, lokasi pameran.
Museum Benteng Vredeburg, lokasi pameran. Foto: Faa.story / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
S. Soedjojono dalam majalah Djawa Baroe, edisi 1 Mei 1943 — salah satu jejak arsip paling awal tentangnya.
S. Soedjojono dalam majalah Djawa Baroe, edisi 1 Mei 1943 — salah satu jejak arsip paling awal tentangnya. Djawa Baroe Vol. 1 No. 9 (1943) / Wikimedia Commons, domain publik

Bagikan

Baca Juga