Profil: Roby Dwi Antono di Fasad Jogja National Museum
Pelukis asal Semarang yang bekerja di Yogyakarta ini ditunjuk menafsirkan tema ARTJOG tahun ini — dan mengerjakannya sampai ke dinding luar gedung.
Setiap edisi ARTJOG menunjuk satu commissioned artist: seniman yang diminta menafsirkan tema tahun itu lewat karya yang dibuat khusus. Untuk ARTJOG 2026 dengan tema “Ars Longa: Generatio”, penunjukan itu jatuh kepada Roby Dwi Antono.
Roby lahir di Semarang dan kini tinggal serta bekerja di Yogyakarta. Karyanya dikenal lewat perpaduan pop surealisme, figuratif, dan hiperrealisme — figur-figur yang dilukis dengan ketelitian tinggi tetapi ditempatkan dalam situasi yang tidak masuk akal, sering kali dengan anak-anak atau makhluk berwajah datar sebagai tokoh utamanya.
Untuk ARTJOG tahun ini ia tidak berhenti di kanvas. Penafsirannya atas tema generasi diwujudkan lewat karya di fasad Jogja National Museum, patung, dan ruang imersif. Menggarap fasad berarti karyanya menjadi hal pertama yang dilihat pengunjung — sebelum tiket, sebelum ruang pamer, bahkan sebelum masuk gedung.
Pemilihan itu masuk akal dalam kerangka temanya. Praktik Roby sendiri berdiri di persimpangan yang sedang dibicarakan pameran ini: ia besar bersama generasi seniman yang tumbuh lewat internet dan pasar seni yang bergerak cepat, tetapi bekerja dengan teknik lukis yang menuntut kesabaran panjang.
Catatan redaksi: profil ini disusun dari keterangan resmi penyelenggara dan pemberitaan media, bukan dari wawancara langsung dengan senimannya.

